Chat with us, powered by LiveChat

Pemimpin Redaksi Atjeh Post Diancam Mantan Gubernur

Pemimpin Redaksi Atjeh Post Nurlis E. Meuko mengaku diancam oleh bekas Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ancaman itu dilakukan melalui pembicaraan telepon. Nurlis menyebutkan, pada pukul 20.54 Irwandi Yusuf menelepon telepon selularnya. Begitu ia mengangkat telepon, Irwandi langsung menyemprotnya dengan kata-kata kasar. Irwandi sempat menyebutkan kata-kata “kuban keuh” papar Nurlis kepada acehkita.com.

Pemimpin Redaksi Atjeh Post Diancam dan Meminta Maaf

Namun Irwandi berkilah ia tidak pernah mengancam membunuh Nurlis. Sedangkan menurut Nurlis, “ban” itu mempunyai arti “membunuh”. Nurlis lantas mempertanyakan maksud “ban” kepada Irwandi melalui pesan BlackBerry. Namun, Irwandi tidak mau menjelaskan maksudnya.

Nurlis mengatakan, ia diancam akibat pemberitaan mengenai rencana Irwandi mendirikan partai politik lokal baru. “Kalau ada masalah dalam berita, tidak seharusnya ancam bunuh orang. Seharusnya menggunakan prosedur hak jawab, seperti diatur dalam UU No 40/1999,” kata Wakil Pemred The Atjeh Post, Yuswardi A. Suud.

Informasi yang diperoleh acehkita.com, Irwandi tersinggung dengan berita Atjeh Post yang berjudul: “Irwandi: Partai Lokal yang Sudah Ada Tak Akan Hidup Lagi”. Dalam berita itu disebutkan bahwa Irwandi menyebutkan dengan kehadiran partai baru bentukannya, partai lokal yang sudah ada tidak akan hidup lagi nantinya.

Irwandi mengaku tak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang ditulis dalam kutipan berita Atjeh Post. Irwandi menilai berita tersebut bisa mengadu domba dirinya dengan politikus lain.

“Atjeh Post menulis berita adu domba menyangkut kami mau bentuk partai baru. Saya ngajak partai lain gabung. Tapi yang ditulis saya mau bentuk partai baru biar partai lokal lain mati semua. Adu domba tersebut berhasil memancing M. Nazar (bekas wakil gubernur – red.) berkomentar keras,” kata Irwandi yang kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Aceh periode 2012-2017. “Yang hana tapeugah jituleh. Kumarah si Nurlis beuklam (Dia tulis tidak seperti saya katakan. Semalam saya marahi Nurlis),” kata Irwandi kepada acehkita.com melalui pesan singkat.

Namun, Irwandi mengaku tidak mengancam bunuh Nurlis. “Saya telepon Nurlis saya marahin dikit, tapi tidak pakai ngancam. Saya bilang kalau gitu cara pemberitaannya bisa-bisa di-banned,” lanjut Irwandi.

Sementara itu, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Nursafri menyebutkan, pihaknya belum menerima laporan ancaman yang diterima Nurlis. “Kami akan mendalami dulu kasus ini, sebelum mengambil sikap lebih lanjut. Besok akan kami bahas dalam konferensi AJI Kota Banda Aceh,” kata Nursafri.

Ada-ada saja ya para politikus negeri kita, daripada mendengar sepak terjang mereka yang menggelikan lebih baik kita bermain di situs poker online terbaru. Bisa dapat jackpot puluhan juta rupiah!

Akhirnya Bekas Pemimpin Redaksi Atjeh Post Minta Maaf Kepada Gubernur

Bekas Pemimpin Redaksi media online Atjeh Post, Nurlis Efendi meminta maaf kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Selasa (2/8) di Meuligoe gubernur. Nurlis meminta maaf atas kesalahannya beberapa waktu lalu dimana telah mencemarkan nama baik Gubernur Aceh.

“Saya mohon maaf atas berita yang mencemarkan nama baik pak gubernur dulu,” katanya. Zaini Abdullah yang didampingi ummi Niazah mengatakan dirinya memaafkan atas kesalahan Nurlis tersebut Ummi Niazah sendiri juga telah memberikan maaf, namun dirinya berpesan supaya hal serupa jangan diulangi lagi, karena itu sangat tidak baik. “Kalau saya sudah memaafkan, tapi jangan diulangi lagi,” imbuh ummi Niazah. Setelah itu, kedua pihak menandatangani surat permohonan maaf tersebut.

Bosan dengan berita politik? Jangan buang waktu! Segera mendaftar di situs IDN Poker Terbaru untuk bisa bermain poker online bersama kami – Agen Resmi IDN Poker Terbaru dan Terbaik 2021.

Bagikan artikel ini di media sosial..

Leave A Reply